| Home | Energy Profile | Members | Blogs | Photos | Cell Groups | Kolom Iklan | Events | Polls | Forums | Articles |
Articles
Articles
Tahu
tidak, waktu seseorang jatuh cinta, hormon-hormon yang bekerja di dalam
tubuhnya pun banyak mengalami perubahan. Ternyata jatuh cinta itu
sangat kompleks. Perasaan cinta melibatkan banyak sekali unsur-unsur
kimia di dalam tubuh seseorang. Waktu Anda jatuh cinta, ‘alarm-alarm'
dalam tubuh Anda langsung berbunyi dan menimbulkan berbagai macam efek.
Misalnya: pupil mata menjadi kecil, tekanan darah naik, pembuluh darah
mengecil, denyut jantung lebih cepat, suhu tubuh naik, kadar gula dalam
darah naik dan lain sebagainya. What?? Itu semua karena jatuh
cinta? Yup!! Itu yang bikin Anda jadi suka senyum-senyum sendiri,
deg-degan, tidak selera makan. Benar tidak? Nah,
sampai di sini banyak orang yang langsung menyimpulkan bahwa ‘saya
sedang mengalami cinta yang sejati dan si Dia pasti orang yang tepat
karena saya tidak pernah merasa seperti ini'. Gawatnya, Anda tidak tahu
bahwa pada saat itu juga, syaraf dalam diri Anda mulai melakukan
penyesuaian-penyesuaian. Dan pelan tapi pasti, waktu semua perubahan
itu menjadi rutinitas, maka syaraf dalam diri Anda akan menjadi biasa
lagi. Akibatnya, semua yang tadinya Anda rasakan itu akan hilang,
semuanya menjadi hambar lagi. Ternyata hormon di dalam tubuh Anda
kembali normal karena sudah terbiasa dengan si Dia. Penyesalan
memang selalu datang terlambat. Lalu bagaimana seharusnya? Itulah
sebabnya Firman Tuhan mengatakan bahwa segala sesuatu harus diuji.
Sebelum masuk dalam komitmen berpacaran, cinta Anda juga harus diuji
dulu. Cara Menguji Ujian Firman Tuhan Bukalah
hati kamu selebar-lebarnya! Janganlah kamu merupakan pasangan yang
tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaana
apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah
terang dapat bersatu dengan gelap? (2 Korintus 6:13b-14) Banyak
anak Tuhan yang mencoba menukar Tuhan dengan pasangan yang tidak
seiman. Karena alasan materi dan tampangnya yang sangat memikat hati.
Mungkin mereka tetap ke gereja tapi pasangannya jarang mau ikut.
Akhirnya setelah menikah, mereka bukannya bahagia malah sengsara.
Karena tidak mengenal Tuhan, pasangan mereka selingkuh dan lain
sebagainya. Ujian Jarak Sewaktu
cinta sedang menggebu-gebu, jangan menempel terus seperti perangko
dengan si Dia, hormonnya bakal makin menjadi-jadi. Coba tenangkan diri
dulu untuk berdoa, minta tuntunan Tuhan dalam hal jodoh ini. Ujian Waktu Kusumpahi
kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa
betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta
sebelum diingininya! (Kidung Agung 3:5) Ternyata
ilmu pengetahuan juga mendukung, bahwa bila hormon dalam tubuh kita
berubah, maka perasaan jatuh cinta pun bisa hilang. Tapi cinta yang
sejati akan tahan uji dan tetap ada. Cinta yang palsu akan hilang
melewati waktu, tapi cinta sejati akan tetap ada untuk selama-lamanya. Tidak
usah takut kehilangan si Dia. Kalau memang cinta yang Anda rasakan itu
tidak tahan uji, seharusnya Anda malah bersyukur kepada Tuhan karena
Anda tahu sebelum terlambat bahwa itu bukan cinta sejati. Anda siap
menguji? Siapa takut?! [diambil dari jawaban.com]
Yang
lebih gawat lagi, waktu cinta lagi menggebu-gebu inilah sang Arjuna
suka keceblos got, dan sang Dewi pun bukannya menolong Arjuna keluar
dari got, malah ikutan masuk ke dalam got gara-gara terbuai untuk
memberikan segalanya guna membuktikan cintanya yang lagi menggebu-gebu
itu. Padahal yang sering sekali terjadi adalah tidak berapa lama
setelah cinta menggebu, yang dipikir kebanyakan orang sebagai cinta
sejati tadi dilampiaskan dengan cara yang salah, watt-nya pun
mulai turun. Sang Arjuna mulai biasa saja melihat sang Dewi, sang Dewi
pun mulai merasa bahwa sang Arjuna ternyata tidak seistimewa seperti
yang ia bayangkan sebelumnya.
Apapun
kelebihan si Dia, apakah ganteng atau cantik, macho atau seksi, gentle
atau feminim, kalau tidak seiman sebaiknya langsung coret saja dari
list Anda. Jangan coba-coba deh menukarkan Tuhan dengan si Dia.
Sebaiknya
jangan terburu-buru mengambil keputusan, kalau perlu ambil waktu
beberapa bulan supaya Anda bisa menguji apakah Anda memang mencintainya
atau ternyata hanya sekedar cinta monyet saja yang hilang ditelan
waktu. Yang pasti sekarang Anda mengerti kenapa Firman Tuhan
menasehatkan supaya jangan terburu-buru untuk masalah yang satu ini.
