| Home | Energy Profile | Members | Blogs | Photos | Cell Groups | Kolom Iklan | Events | Polls | Forums | Articles |
Articles
Articles

Semua manusia akan mengalami suatu peristiwa yang namanya kematian. Semua manusia pasti akan bertemu dengan kematian, baik itu orang kaya, miskin, konglomerat, pejabat, dan lain-lain. Kematian tidak mengenal golongan, umur, ataupun jabatan seseoarang. Saat ini di koran dan televisi banyak beredar berita duka cita, kecelakaan maut, dan bencana alam.
Kebanyakan orang pasti akan takut akan datangnya kematian. Mengapa? Karena mereka tidak tahu ke mana mereka setelah kematian. Tetapi ada juga yang tidak takut akan datangnya kematian, ada yang tidak peduli soal kematian, ada yang menganggap umurnya masih panjang, dan ada juga mereka yang tahu pasti ke mana mereka pergi setelah kematian.
Mengapa kematian bisa terjadi? Kematian bisa terjadi karena DOSA. Dosa menyebabkan hubungan antara manusia dan Tuhan menjadi terputus. Dan akibat dosa adalah maut. Manusia telah jauh dari sumber kehidupan. Dosa yang menyebabkan kematian, bukan hanya kematian jasmani, tetapi juga kematian kekal di neraka.
Manusia mulai sadar dan mengerti betapa beratnya hukuman dosa itu, mereka takut ke manakah setelah mereka mati. Karena itu, manusia berusaha mencari-cari cara bagaimana agar mereka terhindar dari hukuman kekal itu. Ada yang berpikir dengan banyak berbuat baik, mereka terbebas dari hukuman dosa. Mereka berpikir dapat menebus dan membayar dosa mereka dengan berbuat baik. Perbuatan baik tidak bisa menghilangkan akibat dari dosa itu, yaitu maut. Siapakah yang dapat menjamin perbuatan baik dapat menyelamatkan manusia, apakah yang menjadi standar perbuatan baik itu? Apakah kita yakin perbuatan baik kita lebih banyak dari pada dosa yang telah kita lakukan? Dosa bukan hanya menyangkut membunuh, merampok, tetapi juga iri hati, pikiran kotor, egois. Dosa bukan hanya menyangkut perbuatan saja, tetapi juga menyangkut hati.
Ada juga yang mencoba menyelamatkan dirinya melalui agama. Saat ini ada kurang lebih 15.000 agama. Dan setiap agama memiliki jalannya masing-masing untuk bisa masuk sorga atau sejenisnya. Namun tidak ada agama yang bisa menjamin keselamatan dengan pasti, mengapa? Karena agama adalah usaha manusia untuk mencari Allah. Agama menawarkan berbagai perintah dan dan larangan kepada manusia yang harus ditaati yang MUDAH-MUDAHAN dengan melakukan itu semua manusia bisa masuk sorga. Agama tidak bisa menjelaskan pemahaman yang benar tentang Tuhan karena agama adalah buatan manusia. Semua usaha manusia untuk mencari Tuhan adalah sia-sia.
Manusia tidak mempunyai andil untuk mempersatukan/ menyambung kembali hubungan dengan Tuhan. Bagaimana seorang anak bisa mengenal ayahnya? Ada 2 cara. Anak tersebut bisa mengenal ayahnya karena anak itu selalu tinggal dengan ayahnya. Dan cara kedua adalah ayah tersebut yang mengatakan/memperkenalkan kepada anak tersebut bahwa dialah ayahnya. Tidak mungkin anak yang memperkenalkan dirinya kepada ayahnya bahwa dialah anaknya.
Jadi bagaimana hubungan dengan Tuhan bisa terjalin lagi? Bagaimana kita bisa mengenal Tuhan kita? Tidak ada cara lain selain Tuhan sendiri turun dari Sorga ke dunia untuk mencari manusia.
Siapakah Dia yang telah turun dari Sorga untuk mencari manusia? Dialah Yesus (Yoh 1:1-4; Yoh 3:13).
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yoh 3:16)
Yesus bukan hanya datang ke dunia untuk memperkenalkan diriNya bahwa Dialah Tuhan, tapi dia juga mau menyelamatkan manusia yang sedang berjalan menuju maut. Yesus mau menyambung kembali hubungan yang telah putus itu. Sebab Tuhan tahu bahwa manusia tidak akan bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
Penyebab putusnya hubungan itu adalah dosa. Karena itu, untuk bisa menyelamatkan manusia, Tuhan harus membereskan dosa-dosa manusia dahulu. Dengan cara apa? Tadi kita tahu bahwa upah dosa adalah maut. Jadi dengan cara apa Tuhan membereskan dosa-dosa kita? Yaitu dengan cara Dia mati untuk menggantikan manusia.
Hanya Tuhan yang bisa membereskan masalah dosa. Yesus yang adalah Tuhan sendiri mau mati untuk menggantikan kita dari hukuman dosa yang seharusnya kita tanggung.
1 Petrus 3:18 -> "Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh".
1 Petrus 2:24 -> " 4 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh."
Mengapa Yesus mau melakukan itu? Itu semua dia lakukan karena Dia mengasihi kita. Tuhan peduli kepada kita. Kematian dan penebusanNya membuktikan begitu berharganya kita dan begitu besarnya kasihNya kepada kita.
Tuhan Yesus adalah Tuhan yang hidup, Dia bangkit dan hidup untuk membuktikan kepada kita bahwa Dia sanggup menyelamatkan kita. Masalah dosa telah Dia selesaikan di atas kayu salib, dan sekarang pertanyaan buat kita : "Apakah kamu percaya kepadaNya bahwa Dia telah menyelamatkanmu lewat penebusanNya?"
Yoh 11:25-26 -> "Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?".
Yoh 6:47 -> "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.".
Yoh 10:28 -> "dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku".
Apakah ada cara lain supaya kita bisa diselamatkan? Apakah ada cara lain? Yesus berkata hanya melalui Dialah kita bisa datang kepada Allah dan diselamatkan.
Yoh 14:6 ->" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
Apakah Anda percaya kepadaNya?
GBU All..
[diambil dari hikmat-tuhan.com]
