| Home | Energy Profile | Members | Blogs | Photos | Cell Groups | Kolom Iklan | Events | Polls | Forums | Articles |
Articles
Articles
Sudah berapa lama Anda menjalin cinta dengan si dia? Dua tahun? Tiga tahun? Atau bahkan lebih? Nah,
kalau sekian waktu berpacaran tetapi Anda merasa tidak yakin apakah dia
orang yang tepat, berarti sudah waktunya mengevaluasi hubungan cinta
Anda. Tujuan Berpacaran Coba deh diingat, waktu Anda dan dia sepakat untuk berpacaran mau kemana arahnya. Apakah cukup having fun, serius atau let it flow?
Meskipun ketiga jawaban itu tidak salah tetapi yang pasti setiap
hubungan harus punya tujuan yang jelas sehinga tidak ada pihak yang
merasa dirugikan. Bila dulu Anda dan dia sepakat untuk serius tetapi
kini ternyata justru lebih mengarah pada "santai saja", berarti sudah
waktunya Anda mengevaluasi hubungan. Merasa Jenuh Ada Yang Mengganjal Hubungan
Anda sebenarnya lancar saja namun ketika memasuki pembicaraan tentang
pernikahan, terasa kalau hubungan Anda terganjal beberapa hal. Misalnya
saja orang tua. Saat berpacaran, mereka tidak pernah berkomentar tetapi
begitu diajak bicara pernikahan, mereka berusaha menghalangi. Meskipun
sebal, tetapi Anda harus tetap tenang. Inilah waktu yang tepat untuk
introspeksi diri. Bila orang tua melarang, perhatikan baik-baik
larangannya. Mr Right Man Now # Mr Right Man Bila Anda merasa si dia bukan Mr Right man yang bisa mendampingi hidup Anda, tidak usah pusing. Apalagi kalau
selama ini hubungan Anda mulus-mulus saja. Boleh jadi si dia adalah Mr Right man now yang bikin hari-hari Anda berwarna, selalu ada kapan pun Anda butuh sebagai teman curhat. Sebelum mengevaluasi hubungan, ada baiknya Anda memikirkan hal-hal berikut ini terlebih dahulu : 1. Buat
daftar alasan mengapa dulu Anda jatuh cinta padanya. Ini akan membantu
menilai apakah dia merupakan pria yang tepat untuk dijadikan pasangan
hidup. 2. Jangan
biarkan desakan orang tua memaksa Anda segera menikah. Ada ungkapan
biar lambat asal selamat. Jadi tidak perlu buru-buru kalau pada
kenyataannya Anda belum siap. 3. Pastikan
melakukan evaluasi di saat hati sedang tenang dan kepala dingin.
Hindari evaluasi hubungan di saat habis berantem karena keputusan yang
Anda ambil berdua bisa jadi hanya karena dipicu emosi saja. 4. Selalu
libatkan Tuhan dalam hubungan Anda. Jangan pernah berani mengambil
keputusan sendiri berdasarkan perasaan tanpa mempertimbangkan hati
nurani di mana Roh Kudus berbicara. Temukan jawabannya secara pribadi
dalam doa-doa Anda di hadapan-Nya. [diambil dari jawaban.com]
Anda
sudah bosan padanya dan ingin putus? Sebelum mengambil keputusan, cari
tahu penyebabnya dan cari jalan keluar mengatasi kejenuhan itu.
Membicarakannya adalah jalan keluar yang paling bijaksana. Jangan
sampai Anda menahannya sehingga keterusan dan akhirnya tidak merasakan
apapun padanya.
Siapkah Anda?
