Links News Contact Us Privacy Terms FAQ Add feedback Invite a friend Bookmark
Home Energy Profile Members Blogs Photos Cell Groups Kolom Iklan Events Polls Forums Articles
Articles
penerimaan tanpa syarat
08-08-08
> Semoga bisa jadi renungan dalam hidup Kita.
> This is really a good story.... ^_^
>

> Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, Dan 3 tahun).
> Dan baru saja
> menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya
> ambil adalah
> Sosiologi. Sang dosen sangat inspiratif dengan kualitas
> yang saya harapkan
> setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya
> diberi nama
> "tersenyum". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke
> luar dan tersenyum
> kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya
> adalah seorang
> yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap
> orang
> dan
> mengatakan 'hello', jadi, saya pikir,tugas ini
> sangatlah mudah.

>
> Segera setelah kami

menerima tugas tsb, suami saya, anak
> bungsu saya, dan
> saya pergi ke restoran McDonald's pada suatu pagi di
> bulan maret yang
> sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami
> dalam antrian,
> menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di
> sekitar kami
> mulai menyingkir, Dan bahkan kemudian suami saya ikut
> menyingkir. Saya
> tidak bergerak sama sekali... Suatu perasaan panik
> menguasai diri saya
> ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua
> menyingkir.


>
> Ketika berbalik itulah saya membaui suatu 'bau badan
> kotor' yang sangat
> menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki
> tunawisma. Ketika
> saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek, yang
> dekat dengan saya,
> ia sedang 'tersenyum'. Matanya yang biru langit
> indah penuh dengan cahaya
> Tuhan

ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia berkata
> 'Good day' sambil
> menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki
> yang kedua
> memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di
> belakang
> temannya.


>
> Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi
> mental dan
> lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. Saya
> menahan haru ketika
> berdiri di sana bersama mereka.


>
> Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka
> inginkan. Ia
> berkata, 'Kopi saja, nona' karena hanya itulah yang
> mampu mereka beli.
> (Jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan
> menghangatkan tubuh mereka,
> mereka harus membeli sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan
> badan).


>
> Kemudian saya benar-benar merasakannya - desakan itu
> sedemikian kuat
> sehingga saya hampir

saja merengkuh dan memeluk lelaki
> kecil bermata biru
> itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari
> bahwa semua
> mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya.


>
> Saya
> tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter
> untuk
> memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan
> terpisah. Kemudian
> saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah
> dipilih kedua
> lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan
> nampan itu ke atas
> meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin
> lelaki bemata biru
> itu.


>
> Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan
> berkata 'Terima
> Kasih.' Saya meluruskan badan dan mulai menepuk
> tangannya dan berkata,
> 'Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini
> bekerja melalui
>

diriku untuk memberimu harapan.'


>
> Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya
> dan bergabung
> dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk suami saya
> tersenyum kepada
> saya dan berkata, 'Itulah sebabnya mengapa Tuhan
> memberikan kamu kepadaku,
> sayang. Untuk memberiku harapan.' Kami saling
> berpegangan tangan beberapa
> saat dan pada saat
> itu kami tahu bahwa hanya karena Kasih Tuhan kami
> diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain.
> Hari itu
> menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan
> indah.


>
> Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah, dengan
> cerita ini
> ditangan saya. Saya menyerahkan 'proyek' saya dan
> dosen saya membacanya.
> Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, 'Bolehkan
> saya membagikan
> ceritamu kepada yang lain?' Saya mengangguk

pelahan dan
> ia kemudian
> meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu
> saya tahu
> bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan,
> membagikan pengalaman
> ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan. .


>
> Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh
> orang-orang
> yang ada diMcDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan
> setiap jiwa yang
> menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai
> mahasiswi.. Saya
> lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya
> pelajari: PENERIMAAN
> YANG TAK BERSYARAT.


>
> Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap
> orang yang
> mungkin membaca cerita ini, Dan mempelajari bagaimana untuk
> MENCINTAI
> SESAMA DAN MEMANFAATKAN BENDA-BENDA BUKANNYA MENCINTAI
> BENDA DAN
> MEMANFAATKAN SESAMA.


>
> Jika

anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh anda
> dengan cara
> apapun, Tolong kirimkan cerita ini kepada setiap orang yang
> anda kenal.
> Disini ada seorang malaikat yang dikirimkan untuk mengawasi
> anda. Supaya
> malaikat itu bisa bekerja, anda harus menyampaikan cerita
> ini pada
> orang-orang yang ingin anda awasi. Seorang malaikat
> menulis: Banyak orang
> akan datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya
> sahabat2 sejati yang
> akan meninggalkan jejak di dalam hatimu. Untuk menangani
> dirimu,gunakan
> kepalamu. Tetapi untuk menangani orang lain, gunakan
> hatimu.


>
> Tuhan memberikan kepada setiap burung makanan mereka,
> tetapi Ia
> tidak
> melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka.


>
> Ia yang kehilangan uang, kehilangan banyak; Ia yang
> kehilangan seorang
> teman, kehilangan lebih

banyak; Tetapi ia yang kehilangan
> keyakinan,
> kehilangan semuanya.


>
> Orang-orang muda yang cantik adalah hasil kerja alam,
> tetapi orang-orang
> tua yang cantik adalah hasil karya seni.


>
> Belajarlah dari kesalahan orang lain. Engkau tidak dapat
> hidup cukup lama
> untuk mendapatkan semua itu dari dirimu sendiri

 

Copyright © 2008 Energy Professional Ministry.