News
Availabe In MP3. Klik Here
Password: www.energy-ministry.org
Powerpoint bisa di download di http://www.energy-ministry.org/potw/A20080719.zip
Ibadah raya professional Energy pada Sabtu malam, 19 Juli 2008, sedikit berbeda dari biasanya. Kali ini praise and worship bukan dilayani oleh tim profetik, melainkan oleh group band rohani asal Bandung, U-Turn. Suasana penyembahan pun terasa lebih berapi-api dalam alunan aransemen yang bagus ditambah suara vokalisnya yang merdu. Sungguh, hadirat Bapa begitu indah dan menjamah hati...
Khotbah kali ini disampaikan oleh Kak Beta. Beliau mengajak para energizer untuk mencontoh sikap hidup seorang hamba yang berhasil menyelesaikan misi penting dalam hidup Abraham. Dalam Kejadian 24 : 1–10 diceritakan tentang bagaimana Abraham begitu hati–hati dalam memilih istri untuk anaknya, Ishak. Memilih ’menantu’ ternyata adalah hal yang serius, karena menantu akan menentukan bagaimana kelangsungan hidup keturunan kita kelak. Dalam cerita tersebut, Abraham mencari seorang gadis dari suku bangsa asalnya dengan identitas yang jelas. Abraham yang karena usianya yang sudah tua tidak mampu pergi sendiri untuk memilih gadis itu, maka Abraham memerintahkan hambanya yang paling tua, yang terpercaya, untuk menjalankan misi itu. Akhir cerita, si hamba pun berhasil menemukan ’sang menantu’. Gadis itu bernama Ribka. Ribka ternyata adalah seorang gadis yang luar biasa. Ia tidak hanya cantik fisik, tapi Ribka juga adalah seorang perawan yang tidak pernah disentuh oleh laki-laki. Dalam cerita tersebut juga ditunjukkan bahwa Ribka adalah seorang pekerja yang professional dalam menyelesaikan tugasnya (memberi minum unta-unta). Ribka tidak setengah hati melakukannya, tapi dengan sungguh-sungguh dan tuntas. Ribka juga seorang wanita yang mandiri (ia meninggalkan orang tuanya untuk bertemu Ishak, calon suami yang belum dikenalnya). Terakhir, Ribka bukan tipe wanita cantik yang suka meng-expose kecantikan fisiknya (ia memakai cadar). Nah, dari kisah ini terlihat bahwa si hamba tidak main-main dalam menjalankan misinya. Bagaimana ia dapat berhasil dan hasilnya ternyata excellent? Sedangkan si hamba ini bukan orang percaya...
Yuk, kita tanya kenapa...?
- Kej 24 : 2 Ia adalah seorang hamba yang servant-bond (dalam bahasa aslinya: Ebed).
Pada jaman itu dikenal adanya tahun Yobel, yaitu 7x7+1 atau tahun ke-50, dimana hamba-hamba dan budak dibebaskan. Si hamba ini, karena ia mengenal baik tuannya, Abraham, dan ia tahu Abraham menyembah Allah, ia memutuskan untuk tetap mengikuti Abraham dan melayaninya. Dari sini kita bisa belajar untuk punya mental yang mendahulukan orang lain. - Masih dari ayat 2 Ia adalah orang yang bisa dipercaya.
Trustworthy. Untuk bisa sukses, tidak selalu harus jadi pemimpin. Justru saat kita berhasil menjadi hamba bagi orang lain, berkat Tuhan akan datang. Hamba memiliki ciri-ciri jujur dan rendah hati. - Ayat 12, 21, 27 Ia mempercayakan diri kepada Allah tuannya dan menikmati prosesnya.
Hamba ini berdoa pada Allah dan menyebutNya : Allah tuanku. Disini Bapa tidak melihat itu sebagai doa dari orang yang tidak mengenalNya, tapi doa itu adalah ekspresi hati si hamba. Dari sini kita bisa belajar untuk memiliki respon hati, belajar melihat bagaimana Allah memberkati hidup orang lain. Allah menjawab doa si hamba dan memberi petunjuk, mulai dari Ribka memberi minum unta ke-1 hingga unta ke-10. Si hamba pun menikmati bagaimana Allah bekerja menunjukkan siapakah gadis itu. - Ayat 33, 56 Ia punya fokus dan keseriusan terhadap apa yang sedang dijalaninya.
Ia yakin dan percaya bahwa ia sedang berjalan dalam rencana Allah tuannya. Ia sangat serius sampai-sampai begitu tiba di rumah Betuel, ayah Ribka, ia tidak mau langsung dijamu makan tetapi menyelesaikan dulu maksud kedatangannya, yaitu melamar Ribka.
Ternyata si hamba yang anonymous ini punya dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya. Oleh sebab itulah Allah memberkati pekerjaannya. Nah, kalau orang yang tidak percaya saja bisa memiliki sikap hati dan integritas seperti itu, bagaimana dengan kita? Kalau si hamba itu Bapa tolong dalam menyelesaikan misinya, apalagi kita anak-anak yang dikasihiNya? (”,)
By: Annatasya
