News
Festival Komsel
31 May 2008
Kehidupan kaum professional muda ternyata senantiasa diwarnai oleh tantangan -tantangan dalam 3 hal berikut:
- Pergaulan Lawan Jenis
- Pengaturan keuangan
- Keseimbangan hidup: keluarga – karir – pribadi (rohani, kesehatan, dll.)
“Jadilah professional-profesional muda yang menang atas masalah-masalah ini!” seru Kak Paulus di akhir acara sambil mengingatkan visi Energy di pertengahan tahun terakhir ini.
Pada Sabtu malam, 31 May 2008, ibadah raya professional Energy mengadakan ‘Festival Drama Musikal Komsel’ yang melibatkan keenam area komsel yang ada ditengah - tengah kaum professional muda ini. Masing – masing area komsel mempertunjukkan kebolehannya dalam berakting dan menyampaikan pesan – pesan rohani lewat sajian drama musikal yang telah mereka persiapkan selama kurang lebih 3 minggu. Para komentator yang hadir yaitu: Kak Paulus (Gembala Area), Kak Dhea (Koordinator Wanita Bijak), & Kak Suli (Ketua P-Sran).
Penampilan pertama dibawakan oleh area Achiang (Suhendy) yang mengupas tentang pergaulan lawan jenis. Dalam drama mereka diceritakan tentang dua orang pemuda yang memiliki prinsip berbeda dalam memilih pasangan hidup. Pemuda yang satu memilih berdasarkan keinginan mata (duniawi), sementara yang satunya memilih untuk melibatkan Tuhan dalam proses menjalin hubungan. Drama ini berusaha menujukkan betapa nyata bedanya saat kita seolah – olah ‘mencintai’ dan saat kita benar – benar ‘menemukan cinta’. Menurut mereka, jika kita ‘buta’ ketika mencintai seseorang, dalam arti tidak mendengarkan nasehat dari teman – teman, ortu, dll, biasanya kita akan sakit hati. Tapi ketika kita melibatkan Tuhan saat kita mulai naksir dengan seseorang, kita akan mendapat hikmat & kedamaian dalam menjalin hubungan.
Penampilan kedua dibawakan oleh area Lidya. Mereka menceritakan tentang seorang pemuda yang ambisius dalam bekerja sehingga menomor-duakan keluarganya. Pada suatu ketika ibu pemuda ini jatuh sakit, anggota kaluarga sudah mencoba menghubungi si pemuda namun gagal. Akhirnya sang ibu pun meninggal. Pemuda itu pulang ke rumah dengan menyesal karena tidak sempat bicara untuk terakhir kalinya dengan ibunya. Pesan yang mereka sampaikan sangat penting, yaitu kita harus tetap ingat & prioritaskan keluarga selama mereka masih ada.
Penampilan ketiga oleh area Yakub bertemakan keuangan. Mereka bercerita tentang seorang pemuda yang ingin kaya & menikmati hidup. Pemuda ini lalu terjebak dengan hutang – hutang kartu kredit sampai akhirnya ia ditinggalkan oleh cewek – ceweknya & bingung bagaimana membayar hutang – hutangnya. Akhirnya pemuda ini dikejar – kejar oleh para penagih hutang. Pesan yang tersirat adalah supaya kita harus disiplin membayar cash & jangan membiasakan diri berhutang. Cinta uang & kenikmatan duniawi hanya akan membuat kita susah pada akhirnya.
Penampilan selanjutnya yaitu oleh area Yani Wijaya. Drama mereka bercerita tentang seorang majikan yang suka berjudi & pembantunya yang rajin menabung. Si majikan akhirnya jatuh miskin sehingga terpaksa memecat si pembantu. Namun dalam kesulitannya mengumpulkan uang untuk biaya pernikahan, si pembantu tetap mengandalkan Tuhan, setia membayar perpuluhan & terus mengembangkan talenta. Akhirnya dengan cara yang tak terpikirkan, si pembantu terpilih sebagai Indonesian Idol & ia melamar kekasihnya dihadapan para penonton. Si majikan akhirnya menjadi pembantu sang Indonesian Idol. Pesan yang tersirat adalah tetaplah setia terhadap Tuhan dalam perkara kecil, bersyukur setiap saat & jangan putus asa ketika mengalami ’jalan buntu’.
Penampilan yang kelima yaitu oleh area Erna yang bertemakan LSD. Drama mereka bercerita tentang seorang pemudi yang sedang kasmaran. Pemudi ini begitu memuja cowok yang ia taksir, sampai – sampai tidak menghiraukan peringatan – peringatan dari teman – temannya bahwa cowok itu playboy. Akhirnya pemudi ini sakit hati oleh kelakuan si cowok, lalu bertemu seorang dokter cinta. Dokter cinta mengajarkan si pemudi tentang step – step yang Alkitabiah ketika jatuh cinta. Dimulai dari berdoa, berteman, memutuskan, dan juga kriteria – kriteria cowok yang sudah siap mendapatkan pasangan hidup: cinta Tuhan dan memiliki visi. Pesan mereka lewat cerita ini adalah supaya kita tidak mengandalkan perasaan & keyakinan pribadi saja, tetapi harus berdoa, melihat kenyataan, & mendengarkan nasehat orang – orang di sekitar kita.
Penampilan terakhir dibawakan oleh area Denny. Drama mereka bercerita tentang seorang pemuda yang terobsesi dengan pekerjaannya, sehingga fokusnya hanya mencari uang, uang, & uang. Pemuda ini makan tidak teratur, kurang istirahat, & jarang berolahraga. Keluarga pun tidak begitu dipedulikannya. Akhirnya suatu hari pemuda ini jatuh sakit & harus dirawat di RS selama 2 minggu. Pada hari terakhirnya di RS tersebut, ia berbicara dengan dokter yang merawatnya & si dokter bercerita bagaimana keluarga si pemuda begitu perhatian terhadapnya. Akhirnya si pemuda sadar betapa ia telah salah langkah selama ini. Si pemuda lalu minta maaf pada ortunya & saudaranya, lalu ia mulai rajin berolahraga. Hasilnya, 6 bulan kemudian ia tampak jauh lebih sehat & penampilannya semakin oke. Pesannya adalah hidup harus seimbang. Tidak hanya karir, namun keluarga dan kesehatan juga penting.
Para penonton tampak senang & menikmati keseluruhan acara dari awal hingga akhir. Ditandai dengan tanggapan penonton lewat tawa & tepuk tangan yang tetap antusias hingga penampilan terakhir. Berikut komentar para penonton:
“Feskom seperti ini lucu, seru banget! Yang paling berkesan adalah drama area yang ke tiga. Menurut saya adegan perang batin antara harus pakai kartu kredit atau bayar cash itu yang paling lucu.”
-Ellen, saudari yang baru pertama kali hadir–
”Saya paling suka peran Jose, pembantu yang rajin nabung. Ceritanya oke, pas, menyangkut semua aspek LSD, keuangan, & hidup seimbang. Menurut saya acaranya secara keseluruhan sudah oke, mungkin lain kali bisa diselingi dengan nyanyi.”
-Victor, saudara yang baru pertama kali hadir-
Seorang pemain dari area Yani Wijaya juga berkomentar, ”Saya seneng bisa main. Padahal persiapannya cuma 3 hari. Rabu, Kamis, dan tadi sore. Menurut saya adegan yang paling susah itu pas adegan berdoa sendiri. Grogi, takut lupa. Tapi lain kali saya mau koq tampil lagi, seru!”
-Chandra, pemeran Jose, si pembantu yang rajin menabung-
Nah, ternyata sukses nih FesKom kali ini..! Congratulations buat para panitia, dan BRAVO buat keenam area yang oke banget. Ternyata tidak cuma jago di marketplace, tapi juga jago berakting! Segala kemuliaan buat Tuhan! (”,)
by: Sofi - Annatasya

