Links News Contact Us Privacy Terms FAQ Add feedback Invite a friend Bookmark
Home Energy Profile Members Blogs Photos Cell Groups Kolom Iklan Events Polls Forums Articles
News
Setia - Liputan Ibadah Raya 24 Mei 2008
06-02-08 11:58

 

 Setia pada otoritas, setia pada teman, setia pada perkara kecil, dan setia pada harta orang lain ^_^V

 

Professional Energy
24 May 2008

SETIA


"Bangkitlah bagi Kristus! Jadilah terang!!" demikian seruan para wisudawan & wisudawati SPK angkatan VII 2008 pada akhir acara wisuda mereka, Sabtu malam, 24 Mei 2008.


Wajah - wajah bahagia & antusias mewarnai busana putih - biru (jeans) yang mereka kenakan secara serempak malam itu. Acara wisuda dimulai pada akhir ibadah raya yang bertemakan ‘Kerajaan Allah & Kebenarannya,' yang dibawakan oleh Kak Arman. Malam itu Kak Arman mengingatkan kembali pentingnya hidup taat & setia pada kebenaran FT. Supaya hidup kita bisa ‘ditambahkan', kita harus mencari dahulu kerajaan Allah & kebenarannya (Mat 6 : 33).


Pertama - tama, kita harus ‘mati' dulu terhadap kebiasaan - kebiasaan buruk yang mengikat hidup kita (Kol 3 : 5). Kita harus mati bagi dosa setiap harinya, supaya bisa mengalami hidup yang maksimal (ditambahkan). Untuk itu perlu ketaatan yang mutlak & kesetiaan. Sebagai anak-anak Allah, kita harus mengubah cara pandang dari membedakan mana yang baik & tidak baik, menjadi mana yang benar & tidak benar. Sebab, tidak semua yang baik adalah benar... Dalam Roma 14 : 17 dikatakan, Kerajaan Allah adalah soal kebenaran, damai sejahtera, & sukacita oleh Roh Kudus. Sesuai urutannya, kebenaran ada di urutan paling depan (terutama).


Ini berarti bahwa kita harus mengutamakan hidup benar dulu, barulah kita bisa merasakan damai sejahtera & sukacita. Langkah awal untuk hidup benar, menurut Kak Arman, adalah setia dulu baru taat. Ada 4 macam setia, yaitu:
1. Setia pada otoritas (pemimpin, baik rohani maupun di kantor/ di rumah/ pemerintah, dsb.),
2. setia pada teman (tidak bergosip, fitnah, dsb.),
3. setia pada perkara kecil (tetap lakukan dengan benar apapun pekerjaan kita, betapapun ‘gak penting'nya peranan itu. Matikan listrik saat tidak diperlukan, keran air, TV, computer, & hal - hal sepele lainnya.),
4. setia pada harta orang lain (ingat ‘kembalikan' barang yang dipinjam, pakai dengan bertanggung jawab, dsb.).


Saat kita berusaha untuk setia, praktekan juga ketaatan. Taat saja dulu pada apapun yang Tuhan katakan dalam hidup kita, percaya deh, ada kejadian - kejadian luar biasa indah yang akan kamu alami bersama Tuhan!
Kembali ke wisuda. Setelah sebagian besar lampu dimatikan, acara diawali dengan kesaksian dari perwakilan lulusan SPK, Yohanes Rudi & Nuri. "Saya bersyukur sudah ikut SPK. Saya makin bertumbuh dalam iman & makin percaya bahwa apapun yang diharapkan akan Tuhan jawab tepat pada waktuNya. Segala sesuatu akan indah pada waktuNya" kata salah satu dari mereka.

 

Acara dilanjutkan dengan pembacaan komitmen SPK Pemenang yang dipimpin oleh Hendri (salah satu wisudawan) & diikuti oleh wisudawan-wisudawati lainnya. Setelah selesai, penyematan pin SPK Pemenang dilakukan oleh para pembina pada anak binaannya masing - masing. Lalu para pembina mendoakan anak binaannya. Sebagai tanda terima kasih, para wisudawan - wisudawati memberi kado yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk pembina masing - masing. Pada penutupan acara, para lulusan SPK kali ini mempersembahkan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh beberapa lulusan, sementara sebagian lulusan lainnya membagikan gelang - gelang fosfor & kartu - kartu ayat kepada para jemaat. Tampak suasana haru & bangga memenuhi atmosfir ruang ibadah pada malam itu. Para wisudawan - wisudawati sekarang siap untuk menjadi terang & melayani dengan antusias. (",)


by Annatasya

 

 

Copyright © 2008 Energy Professional Ministry.